Santri Pengelana

Berjalan tanpa henti

IBU

Anonim

Ibu…

Aku pergi dengan seuntai do’amu

Juga pluhan ribu ribu unag lusuhmu

Dengan ribuan impian dibenakmu

Seiring dengan bertambahnya keriputmu

Ibu…

Aku datang, tetapi bukan dengan kemenangan kemegahan impian

Atau,…..

Sanjungan tetangga yang melihat hebatnya anakmu

Aku hanyalah menetang kebanggaan ilmu-Nya

Ibu…

Jika kau tanya tentang ilmu

Aku berapi menyapamu

Tanyakan untuk apa ilmuku

Tapi jangan kau tanya kedudukanku

Ibu…

Saat ku pergi jku ingin mengganti keringatmu

Dan, …

Kini hanya do’aku yang selalu menyertaimu

Karena kuingin csurga untukmu

Ibu…

Jangan marah padaku

Tapi Allah lah yang memintaku

Untuk berkayar dengan kudratku

Yang sebenarnya itulah jalanku

January 30, 2009 - Posted by | puisi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: